Ketahui Lebih Dalam Tentang Investasi Syariah dan Macam-macamnya!

Ketahui Lebih Dalam Tentang Investasi Syariah dan Macam-macamnya!

Menggunakan produk keuangan, di jaman seperti ini rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selain digunakan untuk mempermudah transaksi juga dapat digunakan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya untuk memberikan proteksi. Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai banyak melirik reksa dana sebagai alternatif yang memberikan hasil lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang. Pengertian investasi syariah adalah penanaman modal kepada suatu lembaga usaha dengan prinsip kaidah islam (hukum islam) yang berpedoman pada syariah islam. Saat ini sangat menjamur berbagai macam lembaga keuangan yang berjalan di bidang perbankan maupun non perbankan yang menggunakan prinsip syariah. Selain pemintanya yang semakin meningkat, mayoritas penduduk Indonesia adalah umat muslim.

Ada banyak pertimbangan seorang investor memilih sistem keuangan dengan prinsip syariah. Salah satunya untuk menghindari riba yang semakin tak terkendali dalam sistem keuangan saat ini. Dasar hukum islam dari investasi syariah adalah ijma’, artinya kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum dalam agama berdasarkan Alqur’an dan hadits. Investor yang berinvestasi menggunakan prinsip syariah tidak dikenakan pajak dari dana yang diinvestasikan, melainkan dikenakan pajak dari hasil investasinya saja. Hal ini berdasarkan hukum dalam perekonomian islam bahwa aset yang tidak termanfaatkan akan dikenakan pajak, sedangkan aset yang termanfaatkan dikenakan pajak. Jadi jika anda adalah seorang muslim dan memiliki dana lebih, alangkah baiknya memanfaatkan dana tersebut untuk dimasukkan pada investasi syariah.

Macam-macam Investasi Syariah

1. Reksadana Syariah

Jenis investasi ini cocok untuk investor pemula. Alasannya, angka investasi untuk reksadana syariah dapat diatur dengan kemampuan investor. Selain itu, produk ini juga memiliki informasi publik yang lengkap. Meski begitu, para investor wajib memiliki tujuan dalam berinvestasi di reksadana syariah, termasuk merencanakan tanggal investasi tersebut mau diambil dan besar jumlahnya. Tingkat pengembalian investasi reksadana syariah bervariasi, mulai dari 11-23% per tahun. Selain return yang lebih baik dan adil, harga reksadana syariah juga relatif lebih stabil.

2. Investasi Emas

Emas yang juga termasuk logam mulia merupakan salah satu jenis logam paling berharga dan langka. Emas yang memiliki sifat mudah dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan menjadikannya alat investasi yang aman dan menguntungkan. Dalam keadaan yang tidak menentu, banyak orang beralih dari investasi sebelumnya ke investasi emas. Selain karena emas memiliki nilai jual yang stabil, emas juga dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan aset yang penting dan aman bila kapan saja diuangkan.

Nilai tukar US Dollar yang juga sama dengan emas membuat investor beralih untuk berinvestasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat ganda bila harga jual beli emas sedang melonjak naik. Namun, dibalik beragam keuntungan investasi emas, masih terdapat kekurangan juga, di antaranya kurang pas untuk investasi jangka pendek dan sulit dalam penyimpanan karena rawan hilang. Oleh karena itu, investasi emas dikategorikan investasi pasif sebab keuntungan didapat hanya jika harga emas naik.

3. Asuransi Syariah

Pada asuransi syariah, premi yang dibayar tetap milik nasabah dan dana yang terkumpul merupakan milik seluruh peserta asuransi. Dalam asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola dana para nasabah ke dalam produk investasi yang halal dan nantinya profit akan dibagi sesuai nisbah yang disepakati bersama. Di asuransi syariah, ada pos yang dikenal dengan rekening dana kebajikan yang diambil dari sebagian premi para nasabah.

4. Deposito Mudharabah

Mudharabah memiliki pengertian akad perjanjian antara pengelola modal dengan investor atau pemilik modal. Keuntungan dari usaha yang dibagikan nantinya akan dibagikan kepada nasabah atau investor dan pengelola modal menyesuaikan dengan isi akad perjanjian yang besarannya menyesuaikan dengan tingkat keuntungan bersih.

Secara umum, tingkat pengembalian wadiah hanya sekitar 3% tiap tahunnya, sedangkan tabungan mencapai 6-12% per tahun dan investasi deposito mudharabah mencapai 8-15% per tahunnya.

5. Investasi Tanah & Properti Syariah

Investasi tanah nilainya pasti stabil naik. Begitu juga investasi bidang properti syariah, baik dalam posisi sebagai konsumen maupun developer. Nilai rumah memiliki tren harga yang naik sehingga bisnis bidang properti memang cukup menjanjikan. Namun, perlu diperhatikan, jika kita memilih investasi untuk developer properti syariah, waspada dengan risiko likuiditas agar bisnis tetap bisa bersaing.

Itulah Pengertian dan juga beberapa macam Investasi Syariah secara aman untuk persiapan masa depan yang berbasis Islam, untuk mengetahui lanjut tentang investasi syariah Anda bisa cek di https://www.cekaja.com/info/ingin-investasi-syariah-secara-aman/

 

Related posts