Beragam Jenis Take Over KPR untuk Mendapatkan Rumah Impian

Beragam Jenis Take Over KPR untuk Mendapatkan Rumah Impian

Proses take over KPR merupakan proses pelepasan rumah yang masih dalam status kredit di sebuah bank. Dimana proses ini bisa diambil oleh masyarakat yang ingin mendapatkan rumah yang sesuai dengan kemampuannya dan bisa untuk melanjutkan KPR dari pihak sebelumnya yang mengajukan penghentian. Proses take over ini sendiri dilakukan oleh dua orang yang berkepentingan yaitu pemilik rumah sebelumnya dan calon pemilik yang baru yang akan meneruskan proses take over tersebut. Umumnya ada beberapa macam take over yang bisa dipilih untuk mendapatkan rumah impian ini.

Dimana beberapa jenis take over kpr yang bisa dipilih adalah sebagai berikut ini:

1. TAKE OVER ANTAR BANK

Merupakan jenis take over yang dilakukan oleh masyarakat yang mempunyai rumah dengan cara kredit tetapi kemudian ingin berganti KPR di bank lain karena banyak alasannya. Akan tetapi biasanya faktor utama adalah karena ingin mendapatkan bunga yang lebih ringan sehingga memilih memutus KPR dari bank yang lama.

Untuk dapat melakukan take over KPR antar bank ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seperti:

  • Masyarakat harus menunjukkan dan melengkapi syarat identitas yang harus diserahkan kepada pihak bank seperti fotocopy dari KTP dan juga kartu keluarga.
  • Masyarakat harus menyerahkan bukti penghasilan yang diterimanya setiap bulan dengan adanya slip gaji dari kantor. Sama seperti syarat untuk mengajukan KPR awal pada umumnya dimana membutuhkan penghasilan minimum untuk dapat menerima KPR yang ada di bank.

Baca Juga: Keuntungan Pengambilan Kredit Tanpa Agunan Mandiri

  • Masyarakat harus menyerahkan sertifikat rumah yang nantinya akan di take over sehingga take over antar bank ini bisa terjadi apabila masyarakat sudah mempunyai sertifikat rumah yang telah dibayarkan secara cicil tersebut sebelumnya. Dimana biasanya untuk mendapatkan sertifikat rumah proses cicilan yang dibayarkan setidaknya sudah melalui proses selama 1 tahun lamanya.

2. TAKE OVER DENGAN JUAL RUMAH

Cara kedua ini merupakan take over yang bisa dipilih oleh masyarakat dengan adanya dua pilihan yang bisa diambil yaitu untuk membeli rumah yang baru dan juga untuk membeli atau melakukan take over untuk KPR dari orang lain yang belum lunas. Untuk jenis take over yang satu ini sendiri melibatkan beberapa orang seperti pemohon take over yaitu Anda sendiri, penjual rumah yang belum selesai melunasi KPR, dan juga pihak bank yang menyediakan dana untuk dana melakukan take over. Syarat untuk melakukan take over yang satu ini sendiri sama seperti syarat mengajukan KPR baru yaitu identitas seperti KTP, slip gaji atau penghasilan tetap yang dimiliki, dan juga melakukan negosiasi bersama dengan pihak penjual rumah ke bank secara langsung.

3. TAKE OVER BAWAH TANGAN

Adalah proses pengalihan rumah yang dimiliki yang hanya diketahui oleh pemilik dan penjual saja tanpa melibatkan pihak bank. Untuk jenis ini adalah take over yang tidak dianjurkan karena semua rumah yang masih dalam cicilan sebaiknya apabila dijual harus dengan pengetahuan bank sehingga akan sangat merugikan bagi pihak yang melakukan pembelian rumah tersebut.

Berbagai take over KPR di atas dapat dipilih oleh masyarakat yang ingin membeli rumah atau melakukan take over rumah yang diinginkan. Baik untuk yang ingin mempunyai bunga cicilan yang lebih rendah, ingin mempunyai rumah yang lebih luas, atau juga untuk mendapatkan rumah di lokasi yang diinginkan dan menguntungkan. Sehingga bisa untuk memilih jenis take over yang dibutuhkan dan sesuai dengan kepemilikan rumah yang dibutuhkan.

Related posts