5 Hal yang Menyebabkan Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

5 Hal yang Menyebabkan Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Mengurus asuransi jiwa kini bukanlah perkara rumit. Sudah banyak perusahaan asuransi jiwa berkualitas yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan manfaat asuransi jiwa yang bisa Anda dapatkan.

Sebagai nasabah yang baik, Anda pun harus memahami ketentuan-ketentuan asuransi jiwa sebelum membuat kesepakatan. Sehingga risiko kesalahpahaman di kemudian hari bisa diminimalkan.

Asuransi jiwa akan mengabulkan klaim yang diajukan setelah pihak tertanggung meninggal dunia. Namun, ada beberapa kasus yang menyebabkan klaim asuransi jiwa akan ditolak, yaitu:

Meninggal Karena Bunuh Diri

Perusahaan asuransi tak akan memberikan uang pertanggungan bila sang tertanggung meninggal dunia akibat bunuh diri. Karena hal tersebut merupakan sebuah kesengajaan yang direncanakan. Namun, ada pula produk asuransi jiwa yang menolak klaim bunuh diri dalam jangka waktu tertentu. Setelah lewat dari jangka waktu yang disepakati, perusahaan asuransi tetap akan mengabulkan klaim meskipun penyebab kematian tertanggung adalah bunuh diri.

Meninggal Karena Kesengajaan

Ternyata, tak sedikit orang yang mencoba bunuh diri atau merekayasa pembunuhan demi mendapatkan uang pertanggungan. Hal ini jelas menyalahi kesepakatan yang telah dilakukan dengan perusahaan asuransi. Maka perusahaan asuransi tak akan mengabulkan klaim asuransi jiwa. Bila terbukti bahwa tertanggung sengaja mencelakai diri sendiri demi mendapatkan uang yang jumlahnya besar.

Misrepresentasi Material

Anda harus berhati-hati ketika mengisi data untuk asuransi jiwa. Setiap data yang tertera pada asuransi tersebut akan menjadi dasar bagi urusan klaim di kemudian hari. Jika ada data-data yang tidak sesuai dengan fakta (misalnya, riwayat kesehatan, penghasilan bulanan, atau risiko pekerjaan), maka perusahaan asuransi berhak untuk menolak klaim yang diajukan. Karena pihak tertanggung dianggap sudah mengecoh perusahaan asuransi.

Hukuman Mati Pengadilan

Orang-orang yang harus menerima vonis hukuman mati dari pengadilan juga tak akan mendapatkan uang pertanggungan dari asuransi jiwa. Sekalipun orang tersebut sudah menjadi nasabah asuransi dalam kurun waktu lama. Hal tersebut telah menjadi keputusan mutlak dari perusahaan asuransi.

Meninggal Akibat Kecerobohan Diri Sendiri

Kasus lainnya yang membuat klaim asuransi jiwa ditolak adalah kejadian meninggal akibat kecerobohan diri sendiri. Contohnya, jika pihak tertanggung melakukan aksi balap liar atau memasuki daerah konflik rawan perang secara sengaja. Hal tersebut dianggap sebagai kelalaian pribadi sang tertanggung dan tidak menjadi kewajiban proteksi bagi perusahaan asuransi.

Kalau Anda sudah mulai membandingkan beragam produk asuransi jiwa, pasti Anda semakin memahami manfaat-manfaat yang bisa Anda dapatkan.

Mari mengakses informasi perbandingan asuransi jiwa di website CekAja.com https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa.

Simulasi perbandingan di CekAja.com akan membantu Anda menentukan asuransi jiwa terbaik sesuai kebutuhan. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan banyak informasi tentang seluk beluk asuransi jiwa.

Maka nanti Anda tak perlu khawatir lagi dengan risiko tak terduga yang bisa menimpa Anda secara mendadak. Asuransi jiwa siap memberikan proteksi finansial bagi keluarga Anda.

Related posts